situs islami Media Informasi Seputar Islami Dan Informasi Seputar Tutorial Blogging, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Zakat Profesi | Situs Islami - Situs Islami

Peraturan Google Adsense Yang Wajib Di Ta'ati

Hay Sahabat Blogger, Berjumpa Lagi Dengan Saya Agus Yasin, Yang Selalu Mengupdate Berbagai Tutorial Maupun Tips Untuk Para Blogger, Denga...

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Zakat Profesi | Situs Islami


SITUSISLAMI.NET –kembali lagi dengan mimin situs islami, semoga anda semua para pembaca setia situs islami di beri kemudahan dan di beri kelancaran rejeki yang abrokah nan halal, pada kesempatan kali ini mimin ingin memberi penjelasan sedikit tantang ZAKAT PROFESI, Berdasarkan fatwa MUI bahwa “penghasilan” adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Zakat Profesi
zakat profesi
Pengertian Zakat Profesi
Profesi adalah sebuah  pekerjaan di bidang jasa atau di bidang pelayanan selain dari menjadi seorang bertani, berdagang, bertambang maupun beternak. dengan upah berupa  gaji dalam bentuk mata uang, baik bersifat tetap atau tidak, baik pekerjaan yang dilakukan langsung ataupun bagian lembaga, baik pekerjaan yang mengandalkan pekerjaan otak ataupun tenaga dan lain sebaginya.

pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperbolehkan dari  pekerjaan bebas lainnya. Di sini MUI merupakan lembaga yang mewadahi para ulama, zu’ama, dan cendekiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina serta mengayomi kaum muslimin di seluruh Penjuru negeri  Indonesia,

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Zakat Profesi  - Zakat profesi (maal mustafad) ini bukanlah bahasan baru yang pernah kita dengar, sebagaian para ulama fikih sudah menjelaskan di kitab-kitab klasik. Menurut mereka setiap Upah yang didapatkan dari sebuah pekerjaan itu wajib di zakati . Diantara para ulama yang mewajibkan zakat profesi adalah Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Mu’awiah, ash-Shadiq, al-Baqir, an-Nashir, Daud Umar bin Abdul Aziz, al-Hasan, az-Zuhri, dan al-Auza’i.dan lain sebagainya.

Perlu sahabat mimin ketahui juga bahwasannya Zakat penghasilan atau zakat profesi (al-Maal al-Mustafad) adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang/lembaga lain.

sejak tahun Juni 2003, Komisi Fatwa MUI sudah memfatwakan bahwasannya  penghasilan itu termasuk wajib zakat (di zakati). Hal ini mengacu pada pendapat MUI mengenai revisi UU No 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat profesi dan lain lain. Ijtima’ Fatwa MUI yang merekomendasikan Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat,  agar diubah menjadi Undang-Undang tentang Zakat. Bagaimana cukup jelas bukan…..?

Jadi Setiap gaji yang  kita dapatkan dari pekerjaan itu , maka wajib ditunaikan zakatnya, karena ayat-ayat yang mewajibkan zakat terhadap setiap harta tanpa memilah jenis dan bentuknya, sesuai dengan maqasid.

Sebagaimana juga disebutkan dalam beberapa riwayat, dan di antaranya adalah Ibnu Mas’ud, Mu’awiyah dan Umar bin Abdul Aziz. Abu ‘Ubaid meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang seorang lelaki yang memperoleh penghasilan dari sebuah pekerjaannya “Ia mengeluarkan zakatnya pada hari ia memperolehnya.” Abu Ubaid juga meriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz juga  memberi upah kepada pekerjanya dan mengambil zakatnya .. “

Penghasilannya atau yang  berupa upah ataupun  gaji dalam bentuk mata uang, baik itu bersifat tetap maupun tidak tetap. Semua jenis penghasilan yang diperoleh oleh para tenaga pekerja profesional tersebut, bila sudah memenuhi syarat nishab dan haul, maka harus dikeluarkan zakatnya.

Landasan Syar’i Zakat Profesi

Berikut dalil yang bermakna kewajiban zakat secara umum, yaitu:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya:
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah: 103)
Dari Ayat pertama di atas, telah menunjukkan lafadz atau kata yang masih umum .dari hasil apa saja, “.. infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, ..” dan didalam ilmu fiqh terdapat kaidah “Al “ibrotu bi Umumi lafdzi laa bi khususi sabab”, “bahwa ibroh (pengambilan makna) itu dari keumuman katanya bukan dengan kekhususan sebab.” Dan tidak ada satupun ayat atau keterangan lain yang memalingkan makna keumuman hasil usaha tadi, oleh sebab itu profesi atau penghasilan termasuk dalam ketegori ayat di atas.

Baiklah mungkin cukup sampai di sini saja penjelasannya , semoga artikel yang berjudul : Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Zakat Profesi. Bisa bermanfaat untuk kita semua

Baca Juga : Macam Macam Riba Serta Pengertian Riba Dalam Islam







Sumber : www,kiblat.net

0 Response to "Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Zakat Profesi | Situs Islami"

Post a Comment

Silakan berkomentar sesuai topik diatas yah

iklan bawah judul

iklan tengah artikel 1

iklan tengah artikel 2

iklan bawah postingan