Pilihlah Laki Laki atau Calon Suami Seperti Ini Menurut Islam
Cari Berita

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Pendidikan

Pilihlah Laki Laki atau Calon Suami Seperti Ini Menurut Islam

Emin Mia
Wednesday, March 8, 2017

Pilihlah Laki Laki atau Calon Suami Seperti Ini Menurut Islam-Pernikahan adalah salah satu sunnah yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Umatnya. Dalam hal tersebut rasul juga bersabda barang "Nikah itu sunnah kami, barang siapa yang tidak menunaikan sunnah tersebut, maka tidak tergolong Umat Kami(Rasul).


Alangkah baiknya sebelum seorang wanita muslimah mau menikah di anjurkan baginya memilih sorang suami atau pemimpin rumah tangga itu, harus memperhatikan kriteria dan kualitasnya.

Umar bin Khatthab RA seperti dikutip dalam kitab Makarim al-Akhlaq, mengajarkan kaum Muslimah agar memperhatikan kriteria laki-laki calon suaminya. Menurut Umar, kriteria laki-laki secara umum terbagi ke dalam tiga golongan.

Pertama, laki-laki yang menjaga diri, lemah lembut, cepat berpikir, dan memiliki keputusan yang tepat. Kedua, laki-laki yang ketika dihadapkan pada satu persoalan akan pergi pada orang yang ahli untuk meminta nasihat dan masukan. Dan ketiga, laki-laki yang selalu bingung, tidak pintar, dan enggan mendengarkan pendapat orang lain.

Dalam hal ini di kalangan kita semua tidak semua para wanita muslimah mendapatkan jodoh terbaik seperti yang telah dijelaskan Umar pada kriteria pertama. Karenanya, para ulama menjelaskan prinsip yang paling utama menentukan calon suami sebelum mengarungi bahtera rumah tangga. Suatu ketika Imam Hasan bin Ali ditanya oleh seseorang, Saya mempunyai seorang anak gadis. Menurut tuan, dengan siapakah sebaiknya ia saya nikahkan?

Nikahkanlah dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah, jawab Imam Hasan. Kalau laki-laki itu mencintai anakmu, ia akan memuliakannya, dan kalau tidak mencintainya, ia tidak akan menganiayanya, imbuh Imam Hasan.

Apa yang dikatakan oleh Imam Hasan itu merupakan pedoman bagi seorang wali dan seorang gadis untuk memilih calon suami yang pas. Bahwa seorang suami harus mempunyai sosok yang beriman kepada Allah SWT dan berakhlak mulia.

Tidak sampai di situ di samping itu, para ulama menguraikan konsep kufu'. Umumnya, kufu' diartikan kesepadanan antara suami dan istri, baik status sosialnya, nasabnya, hartanya, ilmunya, dan imannya. Akan tetapi sekelompok ulama berpandangan, unsur kufu' yang terpenting adalah iman dan akhlak; bukan nasab, harta, dan lainnya.

Hal itu didasarkan pada firman Allah, Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. (QS al-Hujurat [49]: 13).

Ayat tersebut deng tegas membahaspersamaan semua manusia. Tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lain kecuali karena ketakwaannya.