Julukan AL Faruq (PEMBEDA) ~ Situs Islami
Cari Berita

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Pendidikan

Julukan AL Faruq (PEMBEDA) ~ Situs Islami

situs islami
Thursday, April 5, 2018


JULUKAN AL FARUQ ~ Keislaman umar tidak luput dari do’a nabi yang berbunyi. Ya  allah, muliakanlah islam dengan orang yang paling engkau cintai antara kedua orang ini, ‘Amr bin Hisyam (Abu Jahal) atau Umar bin khothtab (HR. Tirmidzi)
AL Faruq
Alloh SAW mengabulkannya dengan memilih Umar bin khotthab sebagai salah satu pilar kekuatan islam, sedangkan Amr bin Hisyam meninggal sebagai Abu Jahal.

JULUKAN AL FARUQ ~ Setelah masuk islam,  umar bin khottab ra mendapat gelar al faruq (Pembeda). Tentunya ada peristiwa dibalik julukan al faruq ini, pada suatu ketika ada salah satu sahabat menanyakan alasan kenapa umar memiliki julukan al faruq. Hamzah masuk islam 3 hari sebelum saya, jawab umar ra. Kemudian ia menceritakan pengalamannya ketika pertama menyuarakan keislamannya secara terang terangan, wahai rasululloh bukannya kita berada diatas kebenaran hidup ataupun mati??

“Tentu saja! Demi jiwaku yang berada di tangannya, sesungguhnya kalian berada diatas kebenaran. Mati atau pun hidup.”

JULUKAN AL FARUQ  ~ Lalu untuk apa kita bersembunyi sembunyi? Demi yang telah mengutus mu dengan kebenaran, sungguh kita harus keluar menampakkan diri,” desak umar ra. Nabi menjawab pertanyaan umar dengan membagi kaum muslim dalam dua kelompok, kelompok pertama di nahkodai oleh sahabat hamzah dan kelomppok kedua di nahkodai oleh umar bin khottab ra.

Kedua kelompok tersebut mulai jalan beriringan menuju masjidil haram, setibanya disana banyak kaum kafir quraisy tercengang melihat kedua nahkoda hamzah dan umar memimpin kelompok tersebut, sejak saat itu kaum kafir quraisy mulai dilanda kegalauan yang sangat amat sekali. Sejak saat itulah umar di juluki (Al Faruq) oleh baginda nabi SAW.

Ibnu mas’ud sering berkata, sejak umar masuk islam dan terang terangan mendeklarasikan sebagai pengikut nabi Muhammad, kami mulai berani sholat di dekat ka’bah (Mukhtashar as-sirah, syekh Abdullah Al jundi).

Dari Shuhaib bin Sinan ar rumi, dia berkata ‘ ketika umar masuk islam, barulah islam menampakkan diri dan dakwah dilakukan secara terang terangan. Kami juga brani duduk duduk secara melingkar didekat ka’bah, melakukan thawaf, mengimbangi perlakuan orang yang kasar kepada kami, sehingga tidak sering kami membalas perlakuan dzalim orang orang kafir quraiys. “(tarikh umar bin khotthab)

Abdullah bin mas’ud berkata, “kami merasakan izzah (harga diri yang tinggi) sejak umar masuk islam. (HR. Bukhari, Bab islamnya umar bin khoththab)