Nikmatnya ilmu pengetahuan ~ situs islami
Cari Berita

Advertisement

Pendidikan

Nikmatnya ilmu pengetahuan ~ situs islami

situs islami
Thursday, April 5, 2018

Nikmatnya ilmu pengetahuan -Kebodohan merupakan matinya jiwa yang membusuknya umur dan terbunuhnya kehidupan. Dan juga Sebaliknya ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, bahan bakar bagi tabiat dan kehidupan bagi ruh.

Dia menciptakan manusia dengan segumpal darah, bacalah, dan tuhanmu yang paling pemurah, yang mengajar manusia dengan pena, dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya. (surah Al Alaq 1-5)
Nikmatnya ilmu pengetahuan ~ situs islami
Nikmatnya Ilmu Pengetahuan dapat membuat ketentraman, kebahagiaan dan kedamaian hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan. Itu karna ilmu menerangkan yang samar, menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. maka dari itu betapa pentingnya akan membaca untuk membuka jendela pengetahuan, dan menyingkap tabir kebodohan.

Selain itu, naluri dari jiwa manusia itu adalah selalu ingin mengetahui hal hal yang baru dan ingin mengungkapkan sesuatu yang menarik. Salah satu keistemewaan makhluk tuhan yang bernama manusia yaitu dianugrahkannya otak untuk berfikir, memilah dan memilih mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar mana yang salah, dibandingkan dengan makhluk tuhan yang lainnya, manusia bila menggunakan akal untuk berfikir menjadi tiggi drajatnya dibanding malaikat, sebaliknya akal yang tidak di pergunakan dengan benar menjadikan manusia lebih rendah dari iblis.
Kebodohan itu sangat membosankan dan menyedihkan, pasalnya ia tidak pernah memunculkan hal yang baru yang lebih menarik dan segar, yang kemarin sama dengan hari ini, dan hari ini pun sama dengan yang akan terjadi pada esok hari.

Bila anda ( manusia ) ingin slalu bahagia,mari bersama sama tuntutlah ilmu, galilah pengetahuan hingga ke akar akarnya, dan railah pelbagai manfaat,insya allah  niscaya semua kesedihan, kepedihan dan kecemasan akan sirna.

Janganlah seseorang sombong dengan harta dan kedudukannya, jika dia tidak memiliki ilmu sedikitpun, sebab kehidupannya tidak akan sempurna.

Az zamakhsyari, dalam sebuah sya’irnya berkata:
Malam malamku untuk merajut ilmu yang bias di petik,
Menjauhi wanita elok dan harumnya leher
Aku mondar mandir untuk menyelesaikan masalah sulit,
Lebih menggoda dan manis dari berkepit betis nan panjang
Bunyi penaku yang menari di atas kertas kertas,
Lebih bergairah dari pada berada di belaian seorang wanita dan kekasih
Bagiku lebih indah melemparkan pasir ke atas kertas
Dari pada gadis gadis yang menabuh dentum rebana
Hai orang orang yang berusaha mencapai kedudukanku lewat angannya,
Niscaya Sungguh jauh jarak antara orang yang diam dan orang yang bergerak,
Naik apakah aku yang tidak tidur selama dua purnama dan engkau tidur nyenyak,
Setelah itu engkau ingin menyamai derajatku.


Alangkah mulianya seorang yang memiliki ilmu, alangkah bahagianya setiap orang yang menguasainya, alangkah jernih hatinya orang yang penuh dengannya, dan alangkah lega orang yang memahaminya.