Wabah Fantasi Pahit ORBA (Orde Baru)
Cari Berita

Advertisement

Pendidikan

Wabah Fantasi Pahit ORBA (Orde Baru)

situs islami
Tuesday, April 10, 2018


Semua bermula dari menyebarnya wabah fantasi. Wabah yang cepat sekali merambat di seantero negri ini. Semua itu berawal pada tanggal 30 september mlam, dimana terdapat upacara yang dilakukan didekat lubang buaya. Segerombolan perempuan menari telanjang  dan menyiksa para jendral, darah ini merah, Jendral!! Seru seorang perempuan sambil menyileti tubuh korban.
ilustrasi orde baru
Kelak wabah tersebut menggiring kaum perempuan kedalam sejarah yang mengerikan. Berbagai organisasi perempuan di bubarkan, bukan hanya itu banyak para aktifif di bunuh dihilangkan dan sebagian lagi masuk ke sel sel penjara. Bukan hanya itu saja banyak perempuan yang tidak terlibat dam pengasingan justru menerima  bencana sosial yang sangat pedih, menerima beban sebagai istri seorang komunis, dikucilkan dari lingkungan dan diberi beban untuk menghidupi para anak anak nya. dan lebih mengerikan lagi ialah ketika kaum perempuan dimasukkan kedalam etalase domestik orde baru, menekin yang boleh bersolek dengan kodrat yang telah di sempurnakan.

Memeng benar orde sebelumnya menjadi orde yang tidak ramah terhadap perempuan, tetapi paling tidak pada orba sebelumnya banyak organisasi perempuan mulai menunjukan taringnya di khalayak umum agar bisa bersaing dengan laki laki, salah satu contohnya yaitu ketika soekarano seorang tokoh revolusioner memiliki banyak kritikan terhadapa apa yang telah dia perbuat, yaitu ketika terlibat dalam poligam.

Tapi orde penggantinya terlau kelaki lakian, itu bisa kita ketahui ketika penjelasan di atas, orde ini tahu betul ancaman seorang perempuan yang memdominasi dari laki laki. Maka sesuai upacara yang biadap itu perempuan mulai di gereng masuk kedalam ruang ruang domestik. Menjadi ibu yang sadar akan kodrat mereka.

Dua kata itu “ perempuan” dan “kodrat” kelak akan mendominasi kehidupan perempuan di indonesia. Sialnya semua kata kata yang di politisasi oleh orba itu banyak di dukung oleh para laki laki, bahkan perempuan sendiri tidak bisa dan tidak boleh mendifinisikan sendiri apa itu perempuan. Jadi tidak heran jika pemahaman sekarang ini tumbuh dari hasil pembungkaman perempuan dengan cara mendoktrin para perempuan untuk kembali pada kodrat yang sesungguh nya. Secara sepintas mari kita lihat  bagaimana orba memberi doktrin seperti itu.

Orba menyebut perempuan dengan “wanita”, kata ini kemungkinan mengadopsi bahasa jawa yakni “Wanodya” yang artinya “cantik”. Yang mana dipolitis oleh orba dengan “waniditata” yang berarti dalam bahasa indonesia “bisa diatur”. Siapa yang mengatur? Yakni laki laki, yang kemudian kata itu di perluas dengan ‘ swarga nunut neraka nunut’, artinya masuk surga atau neraka karna ikut laki laki.
Dan mungkin saat ini terdapat hari kartini, hari dimana perempuan banyak merayakannya salah satu contoh dengan memakai kebaya dan lomba memasak. Dan organisasi organisasi perempuan di buat dengan cara yang khas, Pembina Kesejahteraan Keluarga(PKK) untuk masyarakat luas, Dharma Wanita untuk istri pegawai negri dan Dharma Pertiwi untuk para istri tentara.

Maka demikianlah definisi seorang perempuan baik bagi orba, perempuan baik adalah perempuan yang cantik, selalu patuh terhadap suami, dan merawat anak dengan baik. Itu semua domestifikasi perempuan.dan ruang yang tertuju jelas, yaitu dari dapur ke sumu, di dalam omah (rumah) dan mlumah (terlentang/seksual).

Kalau kita lacak semua itu ada hubungannya dengan pemahaman agama yang membuat para laki laki bersemangat, perempuan mengidap dosa turunan, karena hawa telah membujuk adam agar mau makan buah terlaranng. dan paling banter dia hanyadi posisikan sebagai pelengkap laki laki.

Sekilas seperti itulah kebijakan orde baru terhadap perempuan, kalau dibagian terdahulu orba, yang seiring dengan politik orba siapa saja yang berani menentang siap siap untuk di bungkam, lain halnya dengan perempuan dimana terlebih dahulu sudah menyebarkan wabah fantasi tentang kebiadapan perempuan, tapi fantasi itu sampai sekarang tidak dapat terbukti kebenarannya,pada peristiwa itu ada banyak peristiwa yang menyangkut sebab musaba terjadinya pembantaian apalagi yang dilakukan oelh perempuan hasilnya masil nihil.