Puisi Bersyukur Menjadi Rakyat Pinggiran | situs islami
Cari Berita

Advertisement

Pendidikan

Puisi Bersyukur Menjadi Rakyat Pinggiran | situs islami

situs islami
Tuesday, June 12, 2018

BERSYUKUR MENJADI RAKYAT PINGIRAN,situsislami.net. inilah puisi yang membuat para rakyat kadang tidak mengsyukuri apa yang ia punya,  padahal di luar sana,  masih banyak rakyat jelata,  rakyat pinggiran,  yang masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Rakyat pinggiran
Ilusi rakyat pinggiran
Menjadi rakyat pinggiran tidaklah seenak hidup kita saat ini,  setiap hari, setiap minggu,  setiap bulan ia tetap bersyukur karna masih bisa makan,  masih bisa minum.  Sedangkan kita,  kita yang punya harta lebih,  malah selalu mengeluh,  selalu kurang atas apa yang ia punya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini,  saya mencoba share puisi dari hilmy yahya selaku ketua rayon di organisasi PMII (pergerakan mahasiswa islam indonesia) yang berjudul : Bersyukur Menjadi Rakyat Pinggiran. Mari kita simak di bawah ini.



hidup adalah sebuah perjalanan yang panjang.
Yg  tidak selalu menjanjikan kemenangan.
Kami hanya orang" pingiran yang tergolong dalam gubuk tua dan bernilai gelandangan.

Ketika angin datang menerpak kubuk tua.
aku tak kuasa menahan rasa kedinginan.
Dan ketika langit mencucurkan air mata.
karna terlihat basah kecil mengigil.

bugil, lantaran ia tak mempunyai apa apa.
Hati rohani, lembut  dak sejuk.
Janji yg menjadi hiasan Indah.
Hanya menjadi hiasan hidup pejabat istana.

Menerkam, menerjang.
bocah" kematian, karna kelaparan.
Mengapa kami harus menjadi gelandangan.
Kami memaksakan diri untuk jadi gelandangan.

Dari pada kami  menjadi jalmaan  setan.
Yang tak tau harus berbuat kebaikan.
Yang tak kenal mana haram dan mana halal.

Tuhan.
aku bersyukur padamu.
Aku bisa hisup sederhana.
Tanpa dilihat orang jalmaan setan.

Demikian puisi yang di ciptakan oleh sahabat hilmy yahya dengan judul : Bersyukur Menjadi Orang Pinggiran.  Semoga bermanfaat, jika ada kritikan dan saran mohon beri komentar di bawah ini






                                            Hilmy yahya