Tata Cara Pelaksanaan (Rukun) Haji yang Harus Dilaksanakan Umat Muslim
Cari Berita

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Pendidikan

Tata Cara Pelaksanaan (Rukun) Haji yang Harus Dilaksanakan Umat Muslim

situs islami
Wednesday, July 25, 2018


Mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji sangatlah penting. Hal ini menyangkut sah atau tidaknya ibadah haji yang telah dilaksanakan. Rukun haji sendiri terdiri atas beberapa urutan yakni ihram, tawaf, sai, dan wukuf di Arafah. Biasanya sebelum pelaksanaan haji benar-benar dimulai, calon jemaah diberikan manasik/pelatihan terlebih dahulu supaya tidak terjadi kekeliruan saat ibadah haji sudah dilakukan. Demi menyempurnakan dan memperbaiki tata cara pelaksanaan haji yang harus dilakukan, berikut admin sampaikan informasinya untuk anda : 
Tata Cara Pelaksanaan (Rukun) Haji yang Harus Dilaksanakan Umat Muslim
tata cara haji
Tata Cara/Rukun Haji

1. Ihram
Ihram yakni niat sebelum melakukan ibadah haji. Tanpa dimulai niat, haji yang sudah anda lakukan tidak akan diterima sekalipun sudah menerapkan ketiga rukun yang tersisa. Niat boleh anda ucapkan dalam bentuk suara, namun tetap diutamakan dilafalkan di dalam hati saja. Saat melaksanakan ihram, calon jemaah haji baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan memakai kain ihram dan dilarang untuk memakai baju, mantel, jubah, penutup kepala, imamah, dan sepatu, serta penutup wajah dan juga sarung tangan. Niat ihram dilakukan setelah pelaksanaan sholat kemudian disunnahkan untuk melakukan tabliyah. Tidak lupa, kain ihram yang digunakan harus benar-benar menutupi aurat.

2. Wukuf di Arafah
Wukuf merupakan salah satu inti penting dari pelaksanaan ibadah haji. Bahkan ulama sepakat bahwa jika seseorang tidak melakukan wukuf dalam pelaksanaan ibadah haji diwajibkan menggantinya pada tahun berikutnya. Wukuf dilakukan di Bukit Arafah dimulai pada waktu Zuhur tanggal 9 Zulhijjah dan berakhir keesokan harinya pada tanggal 10 Zulhijjah. Disana jemaah dapat memohon doa kepada Allah untuk dikabulkan hajat yang selama ini jadi keinginan anda serta memohon ampunan atas dosa yang selama ini telah dilakukan.

3. Tawaf
Tawaf yakni rukun haji kedua dimana anda harus mengitari Kakbah sebanyak 7 kali putaran. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Surah Al Hajj ayat 29 yang artinya :"Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah)." (QS. Al-Hajj 22: Ayat 29).
Pelaksanaan tawaf dimulai daei Hajar Aswad yang terletak di sebelah kanan Kakbah dan diakhiri di Hajar Aswad juga. Sama seperti melakukan ibadah lainnya, seseorang yang bertawaf wajib berniat, suci dari hadas, dan juga menutup aurat.

4. Sa’i
Sai merupakan salah satu rukun haji yang harus dipenuhi dengan berlari lari kecil sebanyak 7 kali diantara bukit Shafa dan Marwah. Pelaksanaan Sai wajib dilaksanakan setelah tawaf, tidak boleh sebelumnya ataupun diselingi dengan ibadah lainnya setelah itu.

5. Tahallul
Setelah melakukan ibadah haji, jamaah diwajibkan mencukur rambutnya hingga gundul. Selambat-lambatnya tanggal 10 Zulhijjah, semuanya jemaah sudah melaksanakannya.

Itulah kelima rukun haji berdasarkan Mazhab Syafi’i  sebagaimana telah disebutkan dalam Fathul Qaribil Mujib juga kitab fikih Mazhab Syafi’i lain semoga bermanfaat bagi anda yang tidak lama lagi akan pergi ke tanah suci Mekkah.
Baca Juga : Manfaat Melaksanakan Ibadah Haji secara Pribadi maupun Umum