Latar Belakang dan Isi Perjanjian Hudaibiyah
Cari Berita

Advertisement

Pendidikan

Latar Belakang dan Isi Perjanjian Hudaibiyah

situs islami
Monday, August 13, 2018


Latar Belakang dan Isi Perjanjian Hudaibiyah - Kali ini admin akan membahas seputar perjanjian Hudaibiyah. Hudaibiyah merupakan nama sumur yang berada di arah barat daya kota Mekkah yang berjarak sekitar 22 km. Tempat tersebut menjadi saksi bagaimana munculnya perjanjian antara kaum muslimin dan kafir Quraisy pada bulan Dzulqaidah pada tahun 6 Hijriah. Perjanjian ini turun tentu disebabkan karena ada sesuatu hal yang melatarbelakanginya.
Latar Belakang dan Isi Perjanjian Hudaibiyah
perjanjian hudaibiyah
Awal terjadinya perjanjian ini dimulai pada tahun 628 M. Saat itu lebih dari 1000 kaum muslim berangkat ke Mekkah untuk menjalankan ibadah haji. Selain itu mereka juga membawa hewan kurban yang nantinya akan dibagikan kepada kaum Quraisy. Namun niat baik kaum muslimin ini ternyata belum bisa diterima baik oleh mereka. Mereka mengirimkan pasukan untuk menahan umat muslim agar tidak memasuki kota Mekkah. Pasalnya, mereka benar-benar mencurigai umat muslim datang dengan tujuan-tujuan tertentu.

Apalagi kekuatan militer umat Rasulullah SAW pada saat itu sedang berkembang pesat. Karena Mekkah dianggap sebagai kota Suci, Nabi Muhammad menolak berperang dan memilih menggunakan jalur diplomasi. Usulan Nabi Muhammad SAW pun disetujui oleh kaumnya. Sejak saat itu kedua kaum ini berdiplomasi hingga keluarlah perjanjian Hudaibiyah. Peristiwa itu sudah dijelaskan di dalam Al Quran  Surat Al Fath Ayat 24 yang artinya :
"Dan Dialah (Allah) yang mencegah tangan mereka, dari (membinasakan) kamu dan (mencegah) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah (kota) Mekah, setelah Allah SWT memenangkan kamu atas mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang telah kamu kerjakan."

Isi Perjanjian Hudaibiyah
Perjanjian antara umat Muslim dan kaum Quraisy ini berisi empat hal yaitu sebagai berikut :
1. Tidak adanya peperangan lagi dalam waktu sepuluh tahun.
2. Setiap orang diberi kebebasan, apakah bergabung dengan Nabi Muhammad SAW atau bergabung dengan kaum Quraisy.
3. Setiap pemuda yang masih memiliki ayah harus mendapatkan izin dari ayahnya jika mau mengikuti Nabi Muhammad SAW, jika tidak maka ia akan dikembalikan. Jika mengikuti Quraisy maka ia tidak dikembalikan m
4. Pada tahun ini Muhammad diharuskan kembali ke Madinah. Untuk tahun depan, mereka diizinkan menjalankan ibadah haji kembal dengan syarat Muhammad dan kaum muslimin harus menetap selama tiga hari di kota Mekkah dan tanpa membawa senjata.

Itulah sedikit cerita mengenai bagaimana terjadinya perjanjian Hudaibiyah, semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan anda.