Pengertian Dan Hukum Kawin Kontrak | Situs Islami
Cari Berita

Advertisement

Pendidikan

Pengertian Dan Hukum Kawin Kontrak | Situs Islami

situs islami
Friday, September 28, 2018


Pengertian Dan Hukum Kawin Kontrak – assalamualaikum.wr.wb akhi ukhti, selamat pagi dan selamat siang, bagaimana kabarnya, semoga selalu dalam lindungan allah swt yaa. Baiklah di sini admin situs islami kmbali update dengan artikel terbarunya, setelah kemaren saya menulis artikel tentang : Pengertian Dan Nikah Sirri dalam PandanganIslam, dan pada kali ini saya akan membahas sesuai judul artikel di atas.
Pengertian Dan Hukum Kawin Kontrak
hukum nikah kontrak
Apakah Kawin Kontrak Itu?
Kawin kontrak itu sangat mirip sekali dengan kontrak rumah :v. jika seorang mengontrak rumah,sangat  jelas bukan untuk selama-lamanya ia tinggal di rumah kontrakan tersebut, tapi hanya untuk jangka waktu yang di tentukan, misalnya 3 tahun kontrak. Dan tentu ada bayarannya sejumlah uang tertentu yang harus dibayarkan kepada pemilik rumah, misalnya uang yang ahrus di bayar sejumlah 15 juta per tahun. Dan kita harus membayarnya dengan jumlah yang di tentukan, setelah masa kontrak habis maka rumah tersebut harus di tinggalkan atau di kosongi.

Nah Seperti itulah  yang disebut kawin kontrak. Perkawinan  kontrak ini hanya berlangsung untuk waktu tertentu yang telah di tentukan oleh kedua belah pihak, semisal satu tahun, dua tahun, dan seterusnya. Dan untuk dapat melakukan kawin kontrak itu, tentu ada sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang di kontrak itu.Dan Pembayaran utamanya adalah berupa mahar (maskawin), Semisal Rp 100 juta. Termasuk juga biaya hidup sehari hari dan lainnya, seperti biaya makan sehari-hari, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Jadi, yang namanya kawin kontrak adalah perkawinan yang hanya berlangsung untuk sementara saja. dalam jangka waktu yang di tentukan, dengan imbalan sejumlah uang yang diterima oleh pihak perempuan.

Apa hukum kawin kontrak?
(syahwat) seorang pria kepada perempuan adalah hal yang sudah fitrah, yaitu hal yang alamiah yang telah ditetapkan adanya oleh Allah swt kepada semua manusia (Lihat ketrangannya di  QS Ali ‘Imran [3] : 14). Hanya saja, kita  perlu memperhatikan dan berhati-hati bagaimana caranya kita menyalurkan Syahwat Tersebut. Sebab manusia diberi pilihan berupa dua jalan oleh Allah SWT, yaitu jalan yang halal dan jalan yang haram (Lihat QS Al Balad [90] : 10; QS ِAsy Syam [91] : 8).

Di Indonesia sendiri akhir-akhir ini kawin kontrak seperti itu cukup marak sekali dan sudah banyak yang melakukannya. Beberapa daerah yang kawin kontraknya cukup marak adalah di daerah Cianjur, Singkawang, dan Jepara. Namun fenomena kawin kontrak ini juga terjadi di negeri, seperti yang terjadi kalangan tenaga kerja wanita (TKW) dari Indonesia di Malaysia.

Untuk Proses kawin kontrak itu sendiri sangat mirip seperti akad nikah pada umumnya. Ada saksi dan juga ada penghulu, dan ada ijab dan kabul, termasuk mahar yang disiapkan pada saat ijab kabul. Inilah yang membedakan kawin kontrak dengan prostitusi, karena pada prostitusi tidak ada upacara seperti umumnya akad nikah, misalnya saksi, penghulu, dan lain sebagainya. Namun kawin kontrak ini memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan perkawinan yang biasa, yaitu kawin kontrak hanya berlangsung dalam jangka waktu yang telah di tentukan, misalnya sebulan. Jika dalam waktu sebulan ini habis, maka secara otomatis pasangan kawin kontrak  tersebutakan bercerai. Sedangkan dalam perkawinan biasa, jangka waktunya tidak ditentukan atau berlangsung untuk selama-lamanya.

Kawin Kontrak Dalam Syariah Islam
Kawin kontrak dalam Islam disebut dengan istilah nikah mut’ah. Yang Hukumnya adalah haram dan akad nikahnya tidak sah atau batal. Hal ini sama saja dengan orang sholat  yang tanpa berwudhu’, maka sholatnya tidak sah. Alias Tidak diterima oleh Allah SWT sebagai ibadah. Demikian pula dengan orang yang melakukan kawin kontrak akad nikahnya tidak sah, dan tidak diterima Allah SWT sebagai amal ibadah.

Mengapa kawin kontrak itu di sebut  tidak sah? Sebab sangat jelas sekali  nash dalam Al Qur`an maupun Al Hadits tentang pernikahan tidak mengkaitkan pernikahan dengan jangka waktu tertentu. Pernikahan dalam Al Qur`an dan Al Hadits ditinjau dari segi waktu adalah bersifat mutlak, maksudnya adalah untuk jangka waktu selamanya, bukan untuk jangka waktu sementara(tertentu). Maka dari itulah, melakukan kawin kontrak yang hanya berlangsung untuk jangka waktu yang di tentukan hukumnya tidak sah, karena bertentangan ayat Al Qur`an dan Al Hadits yang sama sekali tidak menyinggung batasan waktu.

Dan Perlu Kita ketahui ada hukum-hukum Islam yang dikaitkan dengan jangka waktu tersebut, semisal masa pelunasan utang piutang  (QS Al Baqarah : 282); juga masa iddah, yaitu masa tunggu wanita yang dicerai (QS Al Baqarah : 231). Hukum-hukum Islam yang terkait waktu ini, otomatis pelaksanaannya akan berakhir jika jangka waktunya selesai. Namun hukum Islam tentang nikah, tidak dikaitkan dengan jangka waktu sama sekali. Kita bisa membuktikannya dengan membaca ayat-ayat yang membicarakan Tentang nikah, seperti QS An Nisaa` : 3;  QS An Nuur : 32; dan sebagainya.
Selain ayat-ayat Al Qur’an Di atas, keharaman kawin kontrak ini juga didasarkan pada hadits-hadits yang mengharamkan kawin kontrak  atau yang biasa di sebut (nikah mut’ah). Memang kawin kontrak pernah dibolehkan untuk sementara waktu pada masa awal Islam, tapi kebolehan ini kemudian di-nasakh atau(dihapus) oleh Rasulullah SAW pada saat Perang Khaibar, sehingga kawin kontrak hukumnya sejak tidak boleh alias haram sampai Hari Kiamat nanti. Rasulullah SAW bersabda,”Wahai manusia, dulu aku pernah mengizinkan kalian untuk melakukan kawin kontrak (mut’ah). Dan sesungguhnya Allah telah mengharamkannya hingga Hari Kiamat…(HR. Muslim).

Kesimpulannya adalah
Sagat Jelas sekali bahwa kawin kontrak itu hukumnya haram dan di haramkan. Maka dari itu, orang yang melakukan kawin kontrak sesungguhnya bukanlah menikah secara halal,akan tapi telah berbuat zina yang merupakan dosa besar dalam Islam. Na’uzhu billahi min dzalik. Allah SWT berfirman (yang artinya),”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang sangat keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Israa` [17] : 32).

Sekian dari saya artikel yang berjudul : Pengertian Dan Hukum Kawin Kontrak, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
Baca Juga : Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Zakat Profesi