Monday, April 8, 2019

AL-QARDH (UTANG PIUTANG)


Definisi qardh
            Qardh dalam pengertian umum hampir sama dengan jual beli. Dalam prosesnya pasti ada kesepakatan antara satu dengan yang lain. Sering kita jumpai dimasyarakat al-qardh (utang piutang) pada saat keadaan yang sangat genting tidak mempunyai uang sepeserpun padahal uang itu sangat dibutuhkan, maka jalan satu satunya adalah al-qurdh (utang piutang) . qardh dalam arti Bahasa berasal dari kata qaradha yang sinonimnya qatha’a artinya memotong . karna orang yang memberikan utang , memotong sebagian hartanya untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan atau  muqtari’ah (orang yang menghutang).
AL-QARDH (UTANG PIUTANG)
al qardh
Dalam definisi imam Hanafiyah dan syafi’iyah “qardh adalah harta yang diberikan kepada orang lain dari mal mitsli untuk dikemudian hari dibayar atau dikembalikandalam artian seseorang yang meminjam barang dan memakainya sebagai kebutuhan , maka haruslah dikemudian hari dikembalikan seperti yang ia pinjam sebelumnya. Sebenarnya tidak sulit menyimpulkan inti dari qardh diatas, yang merupakan akad antara kedua belah pihak membutuhkan dan dibutuhkan unruk dimanfaatkan barangnya dan dikembalikan persis seperti barang yang dimanfaatkan pertama kali.

sebagian para ulama’ mengatakan bahwa qardh merupakan jual beli itu sendiri hanya saja menyebutkan tiga perbedaan antara qardh dan jual beli yang bersangkutan dengan kaidah syari’ah .

1 . Berlaku kaidah riba’ jika qardh itu harta atau berbentuk barang , termasuk ribawiyah seperti makilat (barang barang yang ditakar) jika kita kiaskan seperti proses jual beli maka suatu barang tersebut yang ditimbang atau dijatah .

2 . Berlaku kaidah murabanah yaitu jual beli barang jelas dari jenisnya apabila qardh (utang piutang) itu didalam mal ghair mitsli contohnya seperti binatang .

3 . Berlaku kaidah menjual barang yang tidak ada ditangan seseorang (tidak dipegang), apabila qardh (utang piutang) yang tergolong dalam mal mitsli

DASAR HUKUM HIKMAH DAN  DISYARI;ATKANNYA QARD

Qardh suatu pekerjaan baik yang diperintahkan oleh allah dan rosul yang mana dalam alqur’an telah disebutkan dalam surah al-baqarah (2) ayat 245

 siapakah yang mau memberi pinjaman kepada allah, pinjaman yang baik (meminjamkan hartanya dijalan allah) maka allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak dan allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) kepada –nya lah kamu dikembalikan”

Dari ayat tersebut kita bisa memahami bahwa qardh sangatlah dianjurkan kepada umat manusia agar saling tolong menolong , lengkap melengkapi maka allah yang akan membalas perbuatan tersebut dengan balasan yang dilipat gandakan.

  Menurut imam abu hanifah dan Muhammad,  qardh  berlaku dan mengikat seseorang ,jika suatu barang atau berupa uang sudah diterima oleh orang tersebut .
Menutut imam malikiyah qardh ialah hukumnya sama dengan hibah , shodaqoh , dan ariyah, berlaku saat sudah terjadinya akad  (ijab qabul) walaupun muqtaridh belum menerima barang.

Menurut imam syafi’iyah dab hanabilah pendapat yang shahih kepunyaan dalam qardh berlaku apabila suatu barang sudah diterima dan lebih lanjudnya menurut imam syafi’I muqtariah mengembalikan suatu barang yang sama jika barang tersebut tergolong mal mistli  
    
RUKUN DAN SYARAT QARDH

Rukun dan syarat qardh dipertimbangkan oleh fuqaha’ menurut para jumhur rukun qardh ada 3 (tiga) yaitu
·         A’qid (muqridh dan muqtaridh)
·         Ma’qud (benda yang digunakan )
·         Shighal (ijab dan qabul)


PENGAMBILAN MANFAAT DALAM QARDH

Para ulama’ bersepakat setiap hutang yang bisa mengambil manfaat (kelebihan) hukumnya haram apabila suatu syarat yang berlaku tidak disyaratkan pada saat waktu akad, namun apabila sudah disepakati pada waktu akad hukumnya boleh . jadi pada intinya apabila sudah ada kesepakatan yang mengsuka relakan proses pengambilan manfaat maka diperbolehkan karena sudah ada akad diawal. berdasaarkan hadits dari abu huroiroh r.a ,ia berkata:

“ rasulullah berhutang seekor unta, kemudian beliau membayarnya dengan seekor unta yang lebih baik dari pada seekor unta yang dihutangnya dan beliau bersabda : sebaik baiknya kamu sekalian adalah orang yang paling baik dalam membayar hutang ”(H.R . Ahmad dan Tirmidzi ).

Add Comments

Silakan berkomentar sesuai topik diatas yah
EmoticonEmoticon